Sukses Tektok Sampai Ke puncak Gunung Merbabu Via Basecamp Gancik

gunung merbabu

Mendaki gunung sebenarnya aktivitas yang tidak begitu saya sukai apalagi yang tinggi-tinggi. Alasan tidak begitu saya sukai karena, membutuhkan perjuangan yang sangat menguras tenaga dan juga belum tentu di puncak bisa mendapatkan pemandangan yang diinginkan, siapa tahu pas di puncak tidak cerah.

Tapi… tidak disangka-sangka, saya melakukan pendakian kembali setelah sebelumnya mencoba gunung-gunung kecil seperti Gunung Andong,Gunung Telomoyo, dan juga Gunung Prau. Kali ini saya mendaki di gunung Merbabu yang memiliki ketinggian 3.142 Mdpl.

Tidak tanggung-tanggung untuk mendaki ke gunung Merbabu, saya melakukannya secara tektok (aktivitas naik gunung dan sampai puncak langsung kembali turun ke basecamp). Cara ini jangan di lakukan apabila tanpa persiapan sebelum-sebelumnya, melatih fisik dan lainnya.

Kenapa Tiba-Tiba Naik Gunung Merbabu?

Awal mulai teman saya yang bernama Budi, dia orang yang selalu meracuni saya untuk melakukan aktivitas naik gunung. Beberapa gunung sebelumnya juga ditemani dia, jadi saya merasa aman karena ada yang lebih paham dari segi kebutuhan dan informasi gunung yang akan di datangi.

Saya diracuni naik gunung Merbabu secara tektok via basecamp gancik yang katanya dia, rutenya lebih mudah dan jaraknya lebih cepat. Sebelumnya juga sudah menolak terus, akan tetapi algoritma media sosial menghantarkan saya melihat sisi indah gunung Merbabu apalagi via Gancik yang bisa di lalui dengan waktu tempuh yang terbilang singkat dari pada basecamp lainnya yang harus mendirikan tenda alias menginap di puncak.

Karena alasan itulah algoritma dan ajakan Budi yang tidak henti-hentinya akhirnya saya mengiyakan dan menolak beberapa pekerjaan untuk melakukan aktivitas naik ke puncak gunung Merbabu. 2 Minggu sebelum naik gunung, saya mempersiapkan stamina dengan latihan di gym dan jogging waktu pagi.

Kita Tidak Berdua Tapi Berempat !

Budi memang pintar cari rekan dan yang memang bisa diandalkan, pendakian ini dilakukan oleh 4 orang dan satu orang yang ikut memang sudah profesional mendaki di Merbabu (sudah katam lah).

Saya sendiri memang lebih suka dengan kelompok kecil, alasannya adalah agar mudah dalam mengatur atau manajemen tim, apalagi dalam hal berdiskusi. Kalau terlalu banyak biasanya dalam mengatur sulit dan karena banyak pemikir, ujung-ujungnya acara pun gagal.

Mendaki ke Gunung Merbabu Yang Tekok Hanya Via Gancik

Perlu diketahui bahwa pendakian via Gancik ini bukan jalur resmi, sebenarnya rute ini untuk jalur evakuasi apabila terjadi sesuatu hal. Meski begitu, banyak para pendaki yang tetap memilih jalur Gancik ketika kehabisan tiket dan hanya via Gancik yang bisa melakukan aktivitas pendakian secara tektok.

Lokasi basecamp Gancik berada di Dusun I, Selo, Kec. Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Untuk menuju basecamp tersebut juga cukup mudah bisa di lalui roda dua dan empat, pastikan driver paham berkendara tanjakan-tanjakan.

Untuk registrasi via Gancik saya mengeluarkan dana kurang lebih sekitar 40-50 ribu itu sudah termasuk dapat naik Ojek dari basecamp sampai pos pintu rimba. Selanjutnya saya tidur di basecamp Andi gepeng yang memiliki tempat istirahat yang cukup luas. Disini tiap satu rombongan akan berikan selembaran kertas untuk mengisi data diri.

Persiapkan semua yang sekiranya di perlukan saat tektok, pastikan semua fit dan logistik selama naik dan turun tercukupi. Setelah itu waktunya tidur dan bangun kembali jam 2 pagi untuk melakukan pendakian.

Dimulai Cerita Pendakian ke Gunung Merbabu via Gancik

Pukul 2 pagi kami dibangunkan untuk persiapan pendakian. Menurut cctv yang didapatkan diatas puncak Merbabu cuaca di puncak sedang tidak baik-baik saja. Kami di suruh menunggu sampai pukul 3 pagi, apabila cuaca masih tidak stabil dengan terpaksa pendakian hari itu harus batal.

Alhamdulillah sekitar pukul 2.30 WIB cuaca mulai membaik, kami di suruh untuk persiapan dan diberikan briefing demi keselamatan bersama. Akhirnya kami satu tim berangkat pukul 3 pagi dari basecamp menggunakan ojek sampai pos pintu rimba. Asliii ini ojek seperti pembalap tidak takut jatuh kenceng banget woiii….

Pendakian dimulai dari Pos pintu rimba sampai pos 1 perjalanan masih membutuhkan penerangan dari headlamp. Setelah hampir sampai di Pos 3 akhirnya kami bisa melihat keindahan matahari terbit dari rute yang kita lalui. Kami juga menyempatkan untuk sholat subuh dan menikmati minuman hangat yang dibuat sendiri lalu melanjutkan perjalanan ke pos berikutnya.

sabana merbabu

Untuk jalur di pos-pos sebelum sebenarnya masih bisa aku atasi walaupun lumayan juga tanjakannya. Sampai setelah pos 3 perjuangan ini sangat ditaruhkan. Walaupun 2 minggu sudah latihan kaki ini serasa sudah tidak mampu dan gemetar. Tanjakan tiap tanjakan aku lalui secara sangat pelan dan pasti seperti dalam video ini.

Kondisi di atas sempat cerah dan tiba-tiba berkabut, selain itu anginnya juga kencang. Alhamdulillah dengan perjuangan di titik penghabisan hehe akhirnya saya sukses mendaki di puncak tertinggi gunung Merbabu.

puncak merbabu
Mendapatkan puncak berkabut setelah itu baru rintik hujan

Saya sebagai orang yang tidak begitu tertarik dengan mendaki gunung merasa bersyukur bisa sampai dititik ini bisa mendaki di gunung Merbabu di ketinggian 3.142 Mdpl. Kami menyempatkan foto sedikit untuk kenang-kenangan dan dilanjutkan untuk berjuang turun ke basecamp.

Foto kiri kaki gemeter sudah capek, foto kanan sampai di pos 1 istirahat sebentar karena lelah

Total perjalanan yang kami tempuh sekitar 12 jam (naik dan turun), kenapa bisa lama sekali? ya karena santai dan memang membawa orang yang jarang naik gunung seperti saya ini haha.., untung teman-teman pada sabar menghadapi saya.

Dokumentasi : 20 April 2025

Leave a Comment